
Daftar Isi
Apa itu pregnancy nose
Mengapa hidung membesar?
1. Lonjakan hormon
2. Retensi cairan
3. Volume darah meningkat
Langkah praktis meredakan ketidaknyamanan
Kapan harus waspada?
Jakarta, Vipper Diatric Dentist Indonesia
—
Masa
kehamilan
identik dengan berbagai perubahan fisik yang tak terduga. Mulai dari
perut
yang membuncit hingga fenomena pregnancy glow yang membuat kulit tampak berseri.
Namun, belakangan ini media sosial, khususnya TikTok, diramaikan oleh tren ‘pregnancy nose’ yang menunjukkan transformasi drastis bentuk hidung para ibu sebelum dan saat mengandung.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Banyak ibu hamil mengeluhkan bentuk hidung yang tiba-tiba tampak lebih lebar, besar, atau bulat di bagian ujungnya. Lantas, apakah fenomena ini normal secara medis?
Apa itu pregnancy nose
Melansir
The Ohio State University
, secara medis, pregnancy nose sebenarnya merujuk pada pembengkakan jaringan lunak di area hidung akibat perubahan fisiologis selama kehamilan. Kondisi ini dipicu oleh lonjakan hormon estrogen yang menyebabkan pembuluh darah melebar ke seluruh tubuh, termasuk di area wajah dan hidung.
Hidung manusia memiliki lapisan mukosa yang mengandung kelenjar penghasil lendir serta struktur bernama inferior turbinate, jaringan lunak yang berfungsi menghangatkan udara. Selama kehamilan, jaringan ini terisi lebih banyak darah sehingga membengkak dan membuat hidung terlihat lebih ‘jumbo’ dari biasanya.
Selain perubahan bentuk, ibu hamil juga sering mengalami pregnancy rhinitis. Kondisi ini ditandai dengan gejala mirip alergi seperti hidung tersumbat, bersin, hingga pilek yang berlangsung selama beberapa minggu di trimester mana pun.
Mengapa hidung membesar?
Menukil
Morula IVF
, sedikitnya ada tiga faktor utama yang menyebabkan transformasi wajah ini:
1. Lonjakan hormon
Estrogen dan progesteron meningkatkan aliran darah ke jaringan mukosa hidung, memicu pembengkakan.
2. Retensi cairan
Tubuh ibu hamil cenderung menahan lebih banyak cairan demi mendukung pertumbuhan janin, yang sering kali bermanifestasi menjadi bengkak di tangan, kaki, hingga hidung.
3. Volume darah meningkat
Volume darah meningkat hingga 50 persen saat hamil. Tekanan ekstra pada pembuluh darah kecil (kapiler) di hidung berkontribusi pada perubahan ukuran.
Langkah praktis meredakan ketidaknyamanan
Meski perubahan bentuk hidung ini tidak berbahaya dan merupakan respons alami tubuh, rasa tersumbat dan pembengkakan sering kali mengganggu kenyamanan. Berikut beberapa cara untuk mengatasinya:
• Kompres Dingin: Gunakan kompres dingin di area hidung untuk mengecilkan pembuluh darah secara sementara.
• Kurangi Garam: Makanan tinggi natrium memperparah retensi cairan. Mengurangi konsumsi garam dapat membantu meminimalisir bengkak.
• Posisi Tidur: Tidurlah dengan kepala sedikit terangkat menggunakan bantal tambahan untuk membantu drainase cairan dari wajah.
• Tetap Terhidrasi: Cukupi kebutuhan air mineral untuk membantu sirkulasi dan mengurangi penumpukan cairan.
• Gunakan Humidifier: Untuk mengatasi hidung tersumbat, udara yang lembap dapat membantu melegakan pernapasan.
Kapan harus waspada?
Pregnancy nose bersifat sementara dan biasanya akan kembali ke bentuk semula beberapa minggu setelah persalinan, seiring dengan stabilnya kadar hormon dalam tubuh.
Namun, Anda perlu waspada jika pembengkakan terjadi secara ekstrem dan tiba-tiba, terutama jika disertai dengan tekanan darah tinggi atau sakit kepala hebat. Kondisi ini bisa menjadi indikasi preeklamsia, sebuah komplikasi kehamilan serius yang memerlukan penanganan medis segera.
(tis/tis)
Add
as a preferred
source on Google
[Gambas:Video Vipper Diatric Dentist]
Baca lagi: Rupiah Kian Ambruk ke Rp17.529 Imbas Harga Minyak dan Sentimen MSCI
Baca lagi: Tragis Nasib Ronaldo, Gagal Juara ketika Pertandingan Sisa 12 Detik
Baca lagi: Pejabat Israel Kesal Bandara Tel Aviv Jadi Pangkalan Militer AS




One Response
Saya baru sadar pentingnya internal link setelah membaca
strategi struktur website yang dijelaskan cukup detail.