
Daftar Isi
Penyebab pubertas dini
Dampaknya bukan hanya fisik
Kapan harus ke dokter?
Jakarta, Vipper Diatric Dentist Indonesia
—
Tubuh
anak
yang tiba-tiba cepat tinggi, mulai muncul
bau badan
seperti orang dewasa, hingga
payudara
tumbuh atau suara berubah lebih awal sering kali membuat orang tua bingung.
Sebagian menganggap kondisi itu normal karena anak memang sedang bertumbuh. Namun, dalam beberapa kasus, perubahan tersebut bisa menjadi tanda pubertas dini atau
precocious puberty
.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pubertas dini terjadi ketika tanda-tanda pubertas muncul terlalu cepat, umumnya sebelum usia 8 tahun pada anak perempuan dan sebelum usia 9 tahun pada anak laki-laki.
Mengutip dari
Cleveland Clinic
, pubertas merupakan fase ketika tubuh anak mulai berkembang menjadi dewasa akibat perubahan hormon reproduksi.
Proses tersebut terjadi ketika otak mengaktifkan sistem hormon reproduksi. Pada pubertas dini, sistem ini aktif lebih cepat dari seharusnya atau tubuh mulai memproduksi hormon seks terlalu awal.
Penyebab pubertas dini
Secara umum, pubertas dini terjadi karena hormon pubertas aktif lebih cepat dari seharusnya. Pada banyak kasus, terutama pada anak perempuan, penyebab pastinya sering tidak diketahui.
Namun pada sebagian anak, kondisi ini dapat berkaitan dengan gangguan pada otak, faktor genetik, kelainan bawaan, hingga masalah pada organ penghasil hormon seperti ovarium, testis, atau kelenjar adrenal.
Kondisi tertentu seperti obesitas dan paparan hormon dari luar tubuh juga disebut dapat ikut memengaruhi pubertas muncul lebih cepat.
Dalam beberapa tahun terakhir, para peneliti juga mulai menyoroti faktor lingkungan dan gaya hidup sebagai salah satu faktor yang mungkin berperan.
Meningkatnya kasus pubertas dini juga berkaitan dengan naiknya angka obesitas anak dan paparan bahan kimia yang dapat mengganggu sistem hormon tubuh. Dikutip dari jurnal yang dipublikasikan oleh
National Institute of Health
(NIH), pubertas dini berkaitan dengan beberapa faktor seperti:
– indeks massa tubuh (BMI),
– riwayat menarche atau menstruasi pertama ibu,
– durasi menyusui,
– perubahan hormon tertentu.
Dampaknya bukan hanya fisik
Pubertas dini tidak hanya memengaruhi perubahan tubuh anak, tetapi juga kondisi psikologisnya. Anak bisa merasa berbeda dari teman sebaya, lebih cepat malu terhadap tubuhnya, atau mengalami tekanan sosial karena dianggap lebih dewasa dari usianya.
Secara fisik, anak dengan pubertas dini memang bisa tampak lebih tinggi pada awalnya. Namun karena tulang matang terlalu cepat, pertumbuhan dapat berhenti lebih awal sehingga tinggi badan saat dewasa berisiko lebih pendek.
Jika pubertas dini tidak ditangani dapat menyebabkan
psychosocial distress
dan penurunan tinggi badan dewasa akibat penutupan lempeng pertumbuhan terlalu cepat.
Kapan harus ke dokter?
Orang tua sebaiknya mulai waspada bila tanda pubertas muncul, sebelum usia 8 tahun pada anak perempuan,atau sebelum usia 9 tahun pada anak laki-laki.Utamanya, jika perubahan tubuh terjadi cukup cepat dalam beberapa bulan.
Karena itu, perubahan tubuh yang terlalu cepat pada anak sebaiknya tidak langsung dianggap normal. Pemeriksaan sejak awal penting untuk memastikan apakah perkembangan tersebut masih dalam batas wajar atau termasuk pubertas dini yang perlu ditangani lebih lanjut.
(anm/asr)
Add
as a preferred
source on Google
Baca lagi: Ariyanto ‘Gadun FM’ Tetap Divonis 16 Tahun Penjara Kasus Suap Hakim
Baca lagi: Gempa M7,8 Filipina, Pakar Sorot ‘Megathrust yang Terlupakan’
Baca lagi: Rekonstruksi Ungkap Komando Ketua Yayasan Daycare Aresha Ikat Anak



