Tak Usah Takut Sesak, Ini Tips Aman Olahraga untuk Penderita Asma

Daftar Isi

1. Selalu awali dengan pemanasan

2. Pilih olahraga dengan interval pendek

3. Coba lakukan strength training

4. Jauhi pemicu asma

5. Selalu bawa obat atau inhaler untuk berjaga-jaga

Jakarta, Vipper Diatric Dentist Indonesia

Penderita asma kerap khawatir sesak napasnya kambuh ketika berolahraga. Hal tersebut yang membuat banyak penderita

asma

justru menghindari olahraga sama sekali.

Padahal kalau mengetahui pemicu dan melakukan persiapan tepat, maka risiko

sesak

kambuh saat olahraga dapat diminimalkan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dikutip dari laman

American Lung Association

, penderita asma malah sangat disarankan untuk berolahraga alih-alih menghindarinya. Olahraga justru sangat penting untuk kesehatan paru-paru.

Olahraga membantu meningkatkan kapasitas paru-paru, sehingga jumlah oksigen yang dihirup dapat maksimal. Selain itu, olahraga meningkatkan aliran darah ke paru-paru, mendorong aliran darah ke jantung yang memompa oksigen ke seluruh tubuh.

Beberapa penderita asma umumnya mengalami gejala sesak napas, dada terasa berat dan sesak, mengi, atau batuk saat olahraga atau melakukan aktivitas fisik yang berat.

Kondisi ini dikenal dengan asma akibat olahraga (

exercise-induced asthma

) atau bronkospasme akibat olahraga. Namun, penderita asma tidak perlu membiarkan penyakit ini menghalangi kamu untuk bergerak aktif.

Selama dapat mengelola gejala dan melakukan persiapan yang tepat, kamu dapat melakukan olahraga atau aktivitas apa pun tanpa takut asmanya kambuh.

Dilansir dari laman

Verywellhealth

, berikut beberapa tips olahraga yang aman untuk penderita asma.

1. Selalu awali dengan pemanasan

Jangan pernah skip sesi pemanasan sebelum berolahraga. Pemanasan tak hanya bertujuan untuk mencegah cedera fisik, tapi juga membantu mengurangi risiko sesak saat olahraga.

Kamu bisa melakukan pemanasan setidaknya 10 menit sebelum mulai olahraga inti. Tujuannya agar detak jantung dan saluran pernapasanmu tidak kaget ketika intensitas olahraga meningkat.

Pemanasan bisa kamu lakukan dengan peregangan, berjalan santai, atau gerakan sederhana lain.

2. Pilih olahraga dengan interval pendek

Olahraga yang melibatkan endurance seperti maraton, hiking, badminton, futsal, sepak bola, aerobik, atau olahraga lain tanpa jeda, dapat memicu gejala asma bagi sebagian orang. Sebab olahraga ini menuntut tubuh terus bergerak sehingga napas menjadi lebih berat.

Maka, penderita asma sebaiknya tidak memaksakan diri untuk bermain dalam durasi yang lama. Selalu beri jeda untuk bernapas dan beristirahat.

Alternatif lain, kamu bisa memilih olahraga dengan pola interval pendek, seperti jalan cepat, berenang, bersepeda ringan, pilates, atau yoga. Yang penting, selingi dengan istirahat agar napas tidak terasa berat.

3. Coba lakukan

strength training

Penderita asma dapat mencoba latihan kekuatan atau strength training. Olahraga seperti angkat beban, squat, push up, plank, resistance band tidak membebani organ pernapasan dibanding olahraga lainnya.

Selain itu, olahraga ini dilakukan dengan repetisi singkat dan jeda sehingga kamu tidak mudah kelelahan atau kehabisan napas.

4. Jauhi pemicu asma

Penderita asma juga perlu memperhatikan kondisi tempat atau lingkungan berolahraga. Tempat dengan kualitas udara buruk atau berpolusi dapat memicu reaksi saluran napas dan meningkatkan risiko sesak.

Selain itu, berolahraga di tempat yang terlalu dingin, kering, berasap, berdebu, juga dapat menjadi pemicu asma bagi sebagian penderita.

5. Selalu bawa obat atau inhaler untuk berjaga-jaga

Terkadang, munculnya gejala asma sulit diprediksi. Maka, selalu bawa inhaler atau obat lain yang diresepkan dokter untuk membantu menjaga saluran napas tetap terbuka.

Dengan begitu, inhaler bisa segera digunakan ketika sesak atau gejala asma muncul sewaktu-waktu.

Itulah sejumlah tips olahraga yang aman untuk penderita asma. Yang terpenting, jangan abaikan sinyal tubuh ketika mulai terasa nyeri, sesak, atau batuk saat berolahraga.

(fef)

Add

as a preferred

source on Google

[Gambas:Video Vipper Diatric Dentist]

Baca lagi: ‘Kiamat’ Suhu Panas Global Tercatat hingga 2030

Baca lagi: Sinopsis Criminal, Bioskop Trans TV 28 Mei 2026

Baca lagi: Kamera ETLE Makin Banyak, Pelanggaran Apa Saja yang Jadi Target?

One Response

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kamu mungkin juga menyukai: