Studi Temukan Masalah Gusi Bisa Jadi Penanda Awal Penyakit Ginjal

Jakarta, Vipper Diatric Dentist Indonesia

Gusi berdarah tak boleh lagi dianggap sepele. Studi terbaru menemukan hubungan antara

gusi berdarah

bisa jadi penanda awal penyakit

ginjal

.

Gusi berdarah sendiri merupakan gejala utama periodontitis. Nama terakhir adalah peradangan serius pada jaringan penyangga gigi yang biasanya berkembang dari radang gusi yang tidak tertangani.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Periodontitis terjadi saat plak dan bakteri menumpuk di sekitar gigi hingga menyebabkan infeksi.

Namun, kini semakin banyak bukti menunjukkan bahwa dampak periodontitis bisa meluas jauh, tak hanya sekadar kesehatan kulut. Studi teranyar menemukan, gusi berdarah juga bisa jadi salah satu tanda penyakit ginjal kronis.

Mengutip

EurekAlert

, studi ini dilakukan oleh sejumlah peneliti dari Universitas Hamburg-Eppendorf, Jerman. Studi berbasis populasi besar ini meneliti hubungan antara penyakit periodontitis dengan penanda awal gangguan ginjal.

Studi melibatkan 6.179 peserta dari Studi Kesehatan Kota Hamburg, Jerman. Semua peserta menjalani pemeriksaan periodontal terperinci, dengan tingkat keparahan penyakit diklasifikasikan berdasarkan sistem penentuan stadium American Academy of Periodontology/European Federation of Periodontology (AAP/EFP).

Kesehatan ginjal dinilai menggunakan perkiraan laju filtrasi glomerulus (eGFR) dan rasio albumin-kreatinin urine (uACR). Sementara kadar protein C-reaktif dan interleukin dalam sirkulasi diukur untuk mengevaluasi kontribusi peradangan sistemik.

Analisis mengungkapkan hubungan yang konsisten antara kesehatan periodontal yang rendah dengan memburuknya fungsi ginjal.

“Penelitian ini menyoroti kesehatan mulut sebagai jendela potensial untuk kesehatan ginjal,” ujar pemimpin studi, Profesor Ghazal Aarabi.

Studi yang dipublikasikan dalam

International Journal of Oral Science

ini menemukan, prevalensi periodontitis berat pada orang dengan fungsi ginjal normal sebesar 14 persen. Angkanya meningkat menjadi 36 persen pada mereka yang mengalami penurunan fungsi ginjal sedang.

Pola serupa juga diamati untuk albumin. Penyakit periodontal umum ditemukan seiring peningkatan kadar albumin pada urine. Albumin yang keluar bersama urine terjadi pada orang yang mengalami kerusakan ginjal.

Selain itu, hubungan antara ginjal dan gusi berdarah juga tetap ditemukan meski peneliti telah menyesuaikannya dengan faktor-faktor risiko lain seperti usia, jenis kelamin, diabetes, dan kebiasaan merokok. Periodontitis tetap terkait dengan eGFR yang rendah dan uACR (kadar albumin) yang lebih tinggi.

Penyakit ginjal kronis sendiri merupakan kondisi saat fungsi ginjal terus mengalami penurunan secara bertahap setidaknya selama tiga bulan. Akibatnya, limbah dan cairan dapat menumpuk di dalam tubuh.

Sayangnya, penyakit ginjal kronis sering kali muncul tanpa gejala. Untuk itu, mengidentifikasinya dengan memperhatikan kesehatan mulut bisa jadi salah satu cara deteksi dini yang tepat.

(asr/asr)

Add

as a preferred

source on Google

Baca lagi: Kebakaran Hutan Spanyol Makin Parah, Meluas ke Taman Nasional

Baca lagi: TPA Jatiwaringin Tangerang Terbakar Hebat, Apa Pemicunya?

Baca lagi: Polisi Beber Peran Para Tersangka Baru Kasus Daycare Little Aresha

26 Responses

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kamu mungkin juga menyukai: