
Jakarta, Vipper Diatric Dentist Indonesia
—
Badan Pengawas Obat dan Makanan (
BPOM
) mengungkap, Indonesia saat ini sedang mengembangkan vaksin mRNA untuk
demam berdarah dengue
(DBD). Jika sudah disetujui, ini bakal jadi vaksin pertama di dunia.
BPOM sendiri menyatakan mendukung penuh pengembangan vaksin tersebut dan berharap bisa masuk ke tahap uji klinis untuk kemudian bisa digunakan masyarakat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Kepala BPOM RI Taruna Ikrar, pengembangan vaksin ini bukan sekadar proyek ilmiah. Ini merupakan langkah bersejarah yang bisa membawa nama Indonesia ke panggung riset global.
“Dalam hal pengembangan vaksin, BPOM punya tekad untuk secara maksimal melakukan apa yang bisa kita lakukan karena ini kita akan buat sejarah, mRNA vaccine pertama di dunia untuk penyakit demam berdarah,” ujar Taruna dalam konferensi pers, Rabu (8/7), dilansir
Detikhealth
.
Taruna melanjutkan, hingga kini belum ada terapi spesifik untuk mengatasi penyakit tersebut. Penanganan pasien DBD masih fokus pada pengendalian gejala, menjaga cairan tubuh, dan mencegah komplikasi akibat dehidrasi ataupun syok dengue.
Taruna kemudian menceritakan pengalamannya saat menempuh pendidikan spesialis di University of California, Irvine. Kala itu, ia menangani seorang pasien yang terinfeksi dengue sepulang dari Asia Tenggara.
Di lingkungan medis saat itu, banyak rekan sejawatnya belum memiliki pengalaman menghadapi penyakit tersebut. Namun, pengalaman kerja Taruna di Indonesia, termasuk saat bertugas di puskesmas, membantunya menangani kasus itu dengan lebih baik.
Ia mengaku terbiasa menghadapi pasien demam berdarah dan menerapkan pendekatan perawatan yang sesuai, hingga pasien akhirnya pulih.
Pengalaman tersebut, menurut Taruna, menunjukkan Indonesia memiliki posisi strategis dalam riset dengue. Tingginya jumlah kasus membuat tenaga kesehatan dan peneliti di Tanah Air memiliki pengalaman klinis yang sangat berharga untuk mendorong lahirnya inovasi vaksin.
“Kalau ini bisa berhasil, bukan hanya Tsinghua University dan Universitas Indonesia, tapi juga seluruh dunia akan berdampak,” ucap Taruna.
Meski prototipe vaksin mRNA dengue sudah diperkenalkan, Taruna menegaskan tahap ini baru langkah awal. Vaksin tersebut masih harus melewati rangkaian pengujian, terutama uji klinis, sebelum benar-benar bisa digunakan secara luas.
Sebagai regulator, BPOM memastikan setiap vaksin yang beredar harus memenuhi tiga syarat utama, yakni aman, efektif, dan diproduksi dengan standar mutu yang baik. Namun BPOM juga tak ingin regulasi justru menjadi penghambat inovasi.
“Jangan tunggu Badan POM sebagai tukang stempel, libatkan dari awal,” kata Taruna.
Adapun pemimpin peneliti dari Etana Biotechnologies Indonesia, Beti Ernawati Dewi, menyebut vaksin DBD masih berada pada tahap uji praklinis. Meski begitu, hasil awal menunjukkan respons imun yang menjanjikan.
“Kita memang baru tahap pre-clinical trial, tetapi dari hasil uji praklinis yang kita lakukan ternyata titer antibodi untuk menetralisasi strain DBD di Indonesia jauh lebih baik dibandingkan vaksin komersial lain yang sudah ada di Indonesia,” ujarnya.
Beti berharap dalam enam bulan ke depan, penelitian dapat berlanjut ke pengujian efikasi pada subjek di Indonesia. Jika seluruh tahapan berjalan lancar, vaksin ini berpotensi menjadi vaksin mRNA pertama di dunia untuk mencegah DBD.
[Gambas:Video Vipper Diatric Dentist]
(rti)
Add
as a preferred
source on Google
Baca lagi: 61 Penumpang Menghilang usai Check-in Penerbangan ke Malaysia
Baca lagi: Perintah Trump ke Menkeu AS: Setop Perdagangan dengan Spanyol
Baca lagi: Xanh SM Resmi Luncurkan Taksi Listrik di Indonesia




13 Responses
Sebuah eksperimen pemikiran yang dieksekusi dengan standar metodologi penulisan esai ilmiah yang sangat ketat dan disiplin https://www.cccb.ca/media-release/installation-of-archbishop-elect-richard-smith-in-edmonton/
Artikel ini layak dijadikan instrumen akselerasi pemahaman bagi para akademisi yang mengutamakan kedalaman substansi https://crookedtimber.org/page/762/?p=mvjegfwgnob
Mantap ulasannya, langsung pada intinya dan nggak bertele-tele! Kebetulan kemaren saya sempet mampir ke https://kldp.org/comment/264988, di sana juga ada pembahasan yang sangat relevan sama topik ini.
Penjelasannya super lengkap dan gampang dipahami. Saya juga nemu artikel bagus yang bahas ini lebih dalam di https://www.newswire.co.kr/newsRead.php?no=301307 siapa tau ngebantu.
Artikel ini berhasil mempertahankan stabilitas kualitas materi secara konsisten dari paragraf pembuka hingga kalimat penutup https://crookedtimber.org/page/761/?ref=SexShopu.Com
Sebuah panduan yang sangat memangkas durasi riset internal berkat konseptualisasi masalah yang padat dan terarah. https://crookedtimber.org/page/762/?source=user_profile—————————-
Artikel ini menyajikan sebuah arsitektur pemikiran yang begitu presisi; sebuah karya yang memperlakukan ilmu pengetahuan dengan rasa hormat yang tinggi. https://crookedtimber.org/page/762/?source=post_stats_page—————————
Penulis memberikan bekal konseptual yang sangat tangguh untuk menavigasi ketidakpastian di tengah pergeseran tren global. https://coursework.uma.ac.id/index.php/arsitek/article/view/678
Sebuah orkestrasi gagasan yang sangat orisinal, merefleksikan dedikasi tinggi sang konseptor terhadap perkembangan dunia literasi. https://steven-gundry-cbd-gummies-pain-relief.webflow.io/
Ada daya dobrak yang kuat dalam setiap untaian kalimatnya, memicu kita untuk langsung mengevaluasi diri https://active-keto-gummies-holland-barrett-ireland.company.site/
Saya sangat menikmati tulisan ini karena langsung pada intinya. Tadi saya juga sempat membaca referensi lain di https://kldp.org/comment/256072 yang membahas hal serupa secara komprehensif.
Kekayaan ilmu praktis yang Anda bagikan di sini adalah aset berharga yang akan terus saya gunakan dalam aktivitas harian saya. https://www.dibiz.com/theracalmcbdgummiesforsale
Keberhasilan Anda merangkum poin-poin krusial dalam format yang sangat ramah pembaca membuat artikel ini sangat nyaman dijadikan rujukan harian https://www.dibiz.com/harisypente