
Jakarta, Vipper Diatric Dentist Indonesia
—
Seorang pria berusia 83 tahun masuk unit gawat darurat karena gatal luar biasa di kulit. Setelah melalui rangkaian pemeriksaan, ternyata ia didiagnosis mengalami
sifilis
langka.
Setelah berminggu-minggu keluar masuk rumah sakit, pria asal Belgia itu akhirnya memutuskan ke unit gawat darurat. Kulitnya terasa sangat gatal lalu ada ruam merah dan sisik pada betis.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam laporan kasus, dokter menuliskan “kekuatan motorik, sensasi, refleks, koordinasi, dan gaya berjalan normal.”
Kemudian di ruang gawat darurat, ia ditanya lebih lanjut soal riwayat kesehatannya. Dia berkata dalam dinas militer semasa muda, ia telah berhubungan seks tanpa pengaman dengan beberapa orang.
Dia juga sempat dirawat akibat berbagai infeksi menular seksual (IMS) kala itu tapi ia tidak ingat diagnosisnya.
Dokter memutuskan untuk menjalankan tes HIV dan tuberkulosis. Namun hasilnya negatif. Namun pemeriksaan untuk
Treponema pallidum
atau bakteri penyebab sifilis menunjukkan hasil positif. Hal ini mengonfirmasi bahwa si pria menderita infeksi sifilis aktif.
Melansir dari
Live Science
, berdasar tes
T.pallidum
positif, ruam, tidak enak badan, hasil fungsi hati abnormal, kadar protein urine tinggi, bengkak pada kaki, wajah terkulai, dan kelenjar getah bening bengkak.
Dokter mendiagnosis ia menderita sifilis sekunder dengan neurosifilis dini atau kondisi bakteri menyerang sistem saraf.
Kasus ini terbilang langka sebab jarang sekali sifilis menyerang ginjal dan hati.
Selain itu, biasanya sifilis sekunder terjadi dalam tahun pertama infeksi yang tidak diobati dan jarang berkemban setelah empat tahun berlalu.
Biasanya, ada luka halus dan keras di area mulut atau alat kelamin selama sifilis primer. Setelah luka hilang, sifilis sekunder muncul dalam beberapa bulan jika tidak diobati.
Dia dulu memang sempat terdiagnosis IMS meski tidak diketahui penyakit persisnya. Namun paparan periode itu tidak menjelaskan gejala yang dialami saat ini.
Pasien pun diberi suntikan penisilin tunggal sebelum diagnosis infeksinya menyerang sistem saraf. Kemudian ia diberi pengobatan penisilin intravena selama 14 hari yang direkomendasikan untuk neurosifilis.
Sementara gejala gatal yang parah diobati dengan antihistamin dan diberi diuretik untuk mengurangi bengkak di kaki. Dalam waktu sebulan, bengkak telah membaik dan hasil tes fungsi hari dan produksi urine telah normal.
(els)
Add
as a preferred
source on Google
[Gambas:Video Vipper Diatric Dentist]
Baca lagi: Istana Sebut Presiden Tak Ingin Kasus Febrie Ganggu Stabilitas Ekonomi
Baca lagi: FOTO: Mercedes-Benz Mulai Produksi Massal Mobil Listrik C-Class
Baca lagi: IHSG Menguat ke Level 6.048 Pagi Ini




3 Responses
Visualisasi lewat kata-kata di artikel ini sangat kuat, deskripsi yang Anda berikan mampu menghidupkan suasana riset langsung ke hadapan pembaca https://moral.senate.go.th/blog/index.php?nonjscomment=1&comment_itemid=350&comment_context=10559&comment_component=blog&comment_area=format_blog&blogpage=370
Akhirnya nemu juga tulisan yang mengupas masalah ini secara mendalam tanpa bertele-tele. Sukses terus buat blognya! Btw ada ulasan pembanding yang searah di laman https://magic.ly/astrid9/Politik-Ekonomi-Jadi-Pembahasan-Utama
Penjelasan yang luar biasa rapi dan sangat kontekstual dengan kondisi saat ini. Sukses selalu buat blognya. Btw, ada ringkasan materi pendukung yang lumayan oke di https://www.crwflags.com/fotw/flags/sites.html