Ortu Waspada, Ini 10 Gejala Diabetes pada Anak yang Muncul Diam-diam

Daftar Isi

1. Sering haus

2. Sering buang air kecil

3. Kembali mengompol

4. Sering lapar

5. Berat badan turun tanpa sebab

6. Cepat lelah atau tampak lemas

7. Penglihatan kabur

8. Mudah marah atau berubah perilaku

9. Luka lebih lama sembuh

10. Napas berbau buah, mual, muntah, atau nyeri perut

Jakarta, Vipper Diatric Dentist Indonesia

Diabetes

pada

anak

sering kali tidak langsung disadari oleh

orang tua

. Bukan karena gejalanya selalu berat, tetapi karena tanda-tandanya bisa terlihat seperti keluhan sehari-hari.

Mengutip studi

International Society for Pediatric and Adolescent Diabetes

atau ISPAD, diabetes tipe 1 tetap menjadi jenis diabetes yang paling umum pada anak dan remaja.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kondisi ini perlu dikenali sejak awal karena gejalanya bisa berkembang cepat.

National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney

Diseases

(NIDDK) menjelaskan, gejala diabetes tipe 1 pada anak biasanya muncul dalam hitungan hari atau minggu.

Karenanya, orang tua penting memperhatikan perubahan pada tubuh dan kebiasaan anak agar pemeriksaan serta penanganan bisa dilakukan lebih cepat.

Berikut gejala diabetes pada anak yang perlu diwaspadai.

1. Sering haus

Anak yang terus-menerus merasa haus bisa jadi sedang mengalami peningkatan kadar gula darah. Saat gula darah tinggi, tubuh berusaha membuang kelebihan gula lewat urine, sehingga anak lebih mudah kekurangan cairan.

2. Sering buang air kecil

Sering buang air kecil menjadi salah satu tanda klasik diabetes. Pada anak, tanda ini bisa terlihat dari frekuensi ke toilet yang meningkat, popok lebih cepat penuh, atau anak sering terbangun malam untuk buang air kecil.

3. Kembali mengompol

Mengutip dari

Mayo Clinic

, salah satu tanda diabetes tipe 1 pada anak adalah kembali mengompol, padahal sebelumnya sudah tidak. Kondisi ini biasanya terjadi karena anak lebih sering buang air kecil, termasuk saat tidur malam.

4. Sering lapar

Anak dengan diabetes bisa terlihat lebih sering lapar atau makan lebih banyak dari biasanya. Ini terjadi karena tubuh tidak bisa menggunakan gula darah dengan baik sebagai energi.

5. Berat badan turun tanpa sebab

Berat badan anak yang turun tanpa sebab perlu diperhatikan, apalagi jika disertai sering haus dan sering buang air kecil. Anak dengan diabetes tipe 1 bisa makan lebih banyak, tetapi berat badannya justru turun.

6. Cepat lelah atau tampak lemas

Anak yang biasanya aktif tetapi mendadak mudah lelah, lemas, atau tidak bertenaga juga perlu diperhatikan. Saat tubuh tidak bisa memakai gula sebagai energi, anak bisa terlihat lesu meski sudah makan.

7. Penglihatan kabur

Kadar gula darah yang tinggi dapat memengaruhi cairan dalam tubuh, termasuk pada mata. Akibatnya, anak bisa mengeluh penglihatannya kabur atau sulit fokus melihat.

8. Mudah marah atau berubah perilaku

Perubahan perilaku juga bisa muncul pada anak dengan diabetes. Anak dapat menjadi lebih mudah marah atau mengalami perubahan suasana hati.

9. Luka lebih lama sembuh

Menukil laman

American Diabetes Association

, luka yang lambat sembuh termasuk salah satu gejala diabetes. Pada anak, tanda ini bisa terlihat dari luka kecil yang lebih lama kering atau mudah muncul infeksi.

10. Napas berbau buah, mual, muntah, atau nyeri perut

Ini termasuk tanda bahaya yang perlu segera ditangani. Sebagian anak baru terdiagnosis diabetes tipe 1 ketika sudah mengalami ketoasidosis diabetik atau DKA.

Gejalanya bisa berupa napas berbau buah, mual, muntah, nyeri perut, sangat lelah, dehidrasi, hingga tampak sangat lemah. Jika gejala seperti ini muncul, anak perlu segera dibawa ke fasilitas kesehatan.

Diabetes pada anak bisa ditangani lebih baik jika dikenali lebih awal. Pemeriksaan gula darah sederhana dapat membantu memastikan apakah gejala yang muncul berkaitan dengan diabetes atau kondisi lain.

(anm/asr)

Add

as a preferred

source on Google

Baca lagi: Biar Digiling Kritikus, Scary Movie Langsung Cuan di Box Office Debut

Baca lagi: Film The Odyssey Christopher Nolan Diberi Label Rating Dewasa

Baca lagi: Pensiunan Peserta TASPEN Tetap Produktif, Buka Kelas Bahasa Jepang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kamu mungkin juga menyukai: