
Jakarta, Vipper Diatric Dentist Indonesia
—
Makan dengan sarung tangan
plastik
kini makin sering terlihat, terutama saat menyantap
makanan
yang langsung dipegang tangan seperti ayam goreng,
seafood
, atau makanan pedas berbumbu.
Alasannya agar tangan tetap bersih, makanan tidak langsung tersentuh kulit, dan terasa lebih higienis.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Banyak orang mengira memakai sarung tangan otomatis membuat tangan lebih steril. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (
WHO
), penggunaan sarung tangan tidak menggantikan kebiasaan mencuci tangan.
Jika digunakan terlalu lama atau tidak diganti dengan benar, sarung tangan bisa menjadi media perpindahan kuman, sama seperti tangan yang tidak dicuci.
Selain itu, hal yang juga sering terlewat adalah tidak semua sarung tangan plastik dibuat untuk kontak langsung dengan makanan.
Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (
FDA
) menjelaskan bahwa bahan yang bersentuhan dengan makanan (food contact substances) harus dinyatakan aman sesuai tujuan penggunaannya.
Maka dari itu, sarung tangan yang memang diproduksi untuk makanan atau
food-contact safe
umumnya aman digunakan. Sarung tangan untuk keperluan lain, seperti kebersihan rumah tangga atau medis, belum tentu dirancang untuk kontak langsung dengan makanan.
Karena itu, memilih sarung tangan tidak bisa asal plastik saja, peruntukannya harus jelas.
Dalam praktik sehari-hari, mencuci tangan dengan benar tetap menjadi langkah paling penting. Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir setidaknya 20 detik merupakan dasar utama menjaga kebersihan saat makan atau mengolah makanan.
Untuk makan biasa, terutama makanan matang, tangan yang sudah dicuci bersih umumnya cukup aman dan lebih praktis dibanding menggunakan sarung tangan sekali pakai.
Memakai sarung tangan plastik saat makan tidak otomatis lebih aman dibanding tangan yang dicuci bersih. Yang paling penting justru dua hal, menjaga kebersihan tangan dan memastikan bahan yang digunakan memang aman untuk kontak dengan makanan.
(anm/asr)
Add
as a preferred
source on Google
Baca lagi: FOTO: Ketika Perempuan Merebut Panggung Wayang Kulit
Baca lagi: Dari Timnas Indonesia ke Persija: Bisakah STY Patahkan Mitos?
Baca lagi: Sinopsis Blacklight, Bioskop Trans TV 8 Juni 2026



