
Daftar Isi
Bakal ada layanan konsultasi online
BPJS bukan hanya untuk berobat
Puskesmas juga bisa dimanfaatkan
Jakarta, Vipper Diatric Dentist Indonesia
—
BPJS Kesehatan
kini tak hanya dimanfaatkan untuk pengobatan. Peserta juga dapat mengakses layanan promotif dan preventif, mulai dari pemeriksaan kesehatan rutin hingga konsultasi dengan
psikolog
di puskesmas maupun fasilitas
kesehatan
tingkat pertama.
Hal itu disampaikan Dewan Pengawas BPJS Kesehatan, dr. Lula Kamal dalam talkshow di Vipper Diatric Dentist Indonesia Wellnest Festival Vol. 2 yang berlangsung di South Quarter Dome, Cilandak, Jakarta Selatan, Selasa (21/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Lula, kesadaran masyarakat terhadap kesehatan mental kini semakin meningkat.Karena itu, layanan kesehatan jiwa juga telah menjadi bagian dari pelayanan kesehatan tingkat pertama yang bisa diakses peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
“Kita
udah ngerti
banget, makanya di puskesmas atau FKTP (Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama) atau di klinik,
tuh
, udah
disiapin
yang namanya psikolog. Boleh
deh
curhat, mendingan curhat sama psikolog, enggak bakalan dibuka ke mana-mana,” kata Lula.
Ia mengingatkan masyarakat agar tidak ragu berkonsultasi dengan tenaga profesional ketika mengalami masalah psikologis.
Bakal ada layanan konsultasi online
Selain layanan tatap muka di FKTP, Lula mengatakan, BPJS Kesehatan juga tengah menyiapkan layanan konsultasi yang lebih mudah dijangkau secara daring.
“Nanti juga kita akan ada layanan yang bisa lebih cepat lagi, bisa
online
. Jadi bisa kemudian kamu cerita,” katanya.
Meski begitu, menurut Lula, saat ini masyarakat sebenarnya juga sudah memiliki banyak pilihan layanan konseling daring yang dapat dimanfaatkan ketika membutuhkan tempat bercerita.
Ia juga menilai kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap pentingnya menjaga kesehatan mental terus meningkat.
“Sekarang juga dari grafiknya banyak yang mengerti, banyak yang aware dengan kesehatan mentalnya,” katanya.
Kendati demikian, ia mengingatkan bahwa menjaga kesehatan mental tidak hanya bergantung pada layanan kesehatan.
“Buat Gen Z ya, coba belajar mencintai diri kamu lebih daripada mencintai siapa pun,” ujar Lula.
BPJS bukan hanya untuk berobat
Selain kesehatan mental, Lula mengingatkan peserta JKN agar memanfaatkan BPJS Kesehatan untuk menjaga kesehatan sebelum sakit, bukan hanya ketika sudah membutuhkan pengobatan.
“Kalau memang perlu, ayo digunakan. Tapi yang paling penting lagi adalah menggunakan BPJS itu untuk menjaga kesehatan. Bukan cuma waktu sakit,” katanya.
Ia mendorong masyarakat rutin melakukan pemeriksaan kesehatan sederhana, seperti mengukur tekanan darah, kadar gula darah, hingga kolesterol.
Lula menyebut, banyak penyakit tidak menimbulkan keluhan pada tahap awal sehingga baru diketahui setelah kondisinya memburuk.
“Jangan
nungguin
gejala. Tanda yang kita kejar. Caranya gimana? Cek. Sebulan sekali atau tiga bulan sekali,” ujarnya.
Puskesmas juga bisa dimanfaatkan
Lula juga mengajak masyarakat memanfaatkan layanan kesehatan di puskesmas yang kini semakin lengkap.
“Bisa loh jalan-jalan ke puskesmas di Jakarta yang udah cakep-cakep. Untuk ngecek tensi, ngecek gula darah, periksa kolesterol gratis. Kalau ke laboratorium, kan, harus bayar,” ujarnya.
Di akhir sesi, Lula mengingatkan bahwa BPJS Kesehatan merupakan program gotong royong yang dimiliki seluruh peserta JKN.
“BPJS itu punya kita, bukan punya negara. Karena uangnya uang kamu semua, uang saya. Saya juga nabung di celengan ayam yang namanya JKN. Kita rame-rame nabung. Janjiannya adalah kalau nanti ada yang sakit, seluruh masyarakat Indonesia yang sakit kita
bayarin
dari celengan ayam kita tersebut,” tutupnya.
(anm/asr)
Add
as a preferred
source on Google
[Gambas:Video Vipper Diatric Dentist]
Baca lagi: Spanyol Menang Piala Dunia 2026, Drake Kalah Taruhan Rp26,9 M
Baca lagi: Siswa Baru SMA Al Azhar 9 Yogyakarta Main Golf Saat MPLS
Baca lagi: Trump Beri Pesan Perdana Buat PM Baru Inggris Andy Burnham via Telepon




One Response
Terima kasih buat pencerahannya hari ini. Artikelnya ngebantu banget buat nambah pemahaman saya. Saya sempat baca bahasan sejenis dengan pembahasan mendetail di https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297080917_htm