
Jakarta, Vipper Diatric Dentist Indonesia
—
Menguap sering kali diikuti
mata
yang tiba-tiba berair. Sekilas, kondisi ini terlihat seperti sedang
menangis
, padahal tidak ada kaitannya dengan emosi.
Fenomena tersebut sebenarnya merupakan respons alami tubuh yang dipengaruhi cara kerja otot wajah, kelopak mata, dan saluran air mata. Lalu, mengapa mata bisa berair saat menguap?
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Air mata diproduksi secara terus-menerus oleh kelenjar lakrimal (
lacrimal gland
) untuk menjaga permukaan mata tetap lembap, bersih, dan terlindungi.
Dalam kondisi normal, cairan ini akan mengalir ke permukaan mata sebelum akhirnya dibuang melalui saluran air mata. Namun, proses itu sedikit berubah ketika seseorang menguap.
Mengutip sebuah ulasan dalam jurnal
Current Eye Research
, otot-otot di sekitar mata dan wajah ikut berkontraksi saat menguap. Kontraksi ini dapat menekan kelenjar lakrimal sehingga lebih banyak air mata yang terdorong keluar.
Di saat yang sama, tekanan tersebut juga dapat menekan sementara saluran pembuangan air mata. Akibatnya, air mata tidak sempat mengalir ke saluran air mata sehingga menumpuk di permukaan mata dan akhirnya meluber.
Selain kontraksi otot, kebiasaan memejamkan mata saat menguap juga berperan.
Mengutip penjelasan fisiologi dari
The Naked Scientists
, banyak orang secara refleks menutup mata cukup rapat ketika menguap. Kelopak mata yang menutup kuat dapat ‘menjepit’ saluran pembuangan air mata di sudut mata sehingga aliran air mata tertahan sesaat.
Ketika mata kembali terbuka, air mata yang sempat menumpuk pun terlihat keluar. Karena itu, semakin rapat mata terpejam saat menguap, semakin besar pula kemungkinan mata tampak berair.
Meski demikian, tidak semua orang mengalami hal yang sama.Perbedaan bentuk anatomi saluran air mata, kekuatan kontraksi otot wajah, hingga kondisi mata seperti mata kering dapat memengaruhi banyak sedikitnya air mata yang keluar saat menguap.
(anm/asr)
Add
as a preferred
source on Google
[Gambas:Video Vipper Diatric Dentist]
Baca lagi: Komdigi Targetkan RI Punya Kecepatan Internet 100 Mbps 2 Tahun Lagi
Baca lagi: FOTO: Ketika Perempuan Merebut Panggung Wayang Kulit
Baca lagi: Harga Minyakita di Atas HET, Kemendag Sebut Penyaluran Capai 51 Persen




6 Responses
Penjelasan di sini gampang banget dicerna dan to the point. Kalau ada yang mau cari sudut pandang tambahan seputar tema ini, coba deh mampir ke https://dl.nanet.go.kr/detail/NONB1200926554 juga.
Makasih udah di-share ilmunya, ini bermanfaat banget buat pemula. Sekadar berbagi aja, situs https://kldp.org/comment/259004 juga mengupas masalah ini dari angle yang cukup lengkap.
Mantul min artikelnya, ngebuka wawasan banget. Oiya, buat yang mau explore lebih jauh soal ini, coba meluncur ke https://kldp.org/comment/271026 deh, lengkap parah!
Terima kasih atas informasinya, ulasan di atas sangat membantu saya memahami topik ini. Kebetulan saya juga menjumpai http://hotspot.courier-journal.com/2006/12/by-time-i-get-to-portland.html yang mengupas bahasan sejenis dengan mendetail.
Tulisan yang rapi dan to the point banget. Kalau ada yang pengen nambah perspektif dari sudut pandang lain, referensi di https://moral.senate.go.th/blog/index.php?lang=en&blogpage=301 sangat layak buat disimak.
Gaya penulisannya santai tapi sarat akan ilmu bermanfaat. Makasih banyak ya min atas pencerahannya. Buat pelengkap referensi dari sumber lain yang lumayan oke, coba deh intip tautan https://serenity-cbd-gummies-cb2539.webflow.io/