
Jakarta, Vipper Diatric Dentist Indonesia
—
Menurut sebuah studi, lima miliar orang dewasa di dunia (sekitar 68-70 persen) mengalami
intoleransi laktosa
. Namun angka ini jauh lebih tinggi di
Asia Timur
, terutama di China, Jepang, Korea, dan Vietnam, yakni 90-95 persen.
Menanggapi hal ini, Pakar Genetika Ekologi IPB Ronny Rachman Noor mengungkap intoleransi laktosa memang lebih umum terjadi di kalangan ras non-Kaukasia, termasuk orang Asia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penyebabnya, orang Asia cenderung tidak mengalami mutasi pada gen lactase persistence. Mutasi pada gen ini memungkinkan produksi enzim laktase tetap berlangsung hingga usia dewasa.
“Mutasi gen lactase persistence yang terjadi sekitar 7.500 tahun lalu di Eropa Utara, memungkinkan orang dewasa di sana mencerna laktosa dengan baik, sehingga ras Kaukasia cenderung memiliki angka intoleransi yang rendah, yaitu hanya 5-15 persen,” ujar Ronny, seperti dikutip dari laman
IPB University
.
Mutasi gen ini belum menyebar luas di Benua Asia, Afrika, dan Amerika karena konsumsi susu belum lama dikenal di beberapa belahan dunia ini.
Intoleransi laktosa di Indonesia tergolong tinggi
Di Indonesia, intoleransi laktosa pada anak usia 3-5 tahun bisa mencapai 21,3 persen. Persentase ini bakal meningkat seiring bertambahnya usia. Adapun pada anak 6-11 tahun mencapai 57,8 persen.
Hal ini tak lepas dari tingginya persentase intoleransi laktosa di Asia Tenggara yang mencapai 85-98 persen.
“Tingginya angka tersebut menunjukkan konsumsi susu segar yang rendah, yang dapat menyebabkan kekurangan kalsium, vitamin D, dan protein pada anak dan lansia,” ucap Ronny.
Ronny menambahkan, laktase non-persistence sebenarnya normal dialami saat anak sudah melewati masa menyusui, yakni ketika produksi enzim menurun.
Adapun menurut
Cleveland Clinic
, kondisi intoleransi laktosa umumnya ditandai dengan gejala sebagai berikut:
Perut kembung.
Gas pada usus.
Mual dan muntah.
Sakit perut dan kram.
Perut berbunyi atau bergemuruh.
Diare.
Berbagai gejala tersebut berasal dari laktosa yang tak tercerna dengan baik di usus besar. Adapun makanan butuh waktu 6-10 jam untuk mencapai usus besar setelah makan dan 24-36 jam untuk melewatinya.
Jadi, gejala intoleransi laktosa kemungkinan muncul hingga satu atau dua hari setelah seseorang mengonsumsi laktosa.
Menurut Ronny, berbagai gejala akibat intoleransi laktosa ini biasanya tidak berbahaya dan berbeda dengan alergi susu yang bisa menyebabkan anafilaksis.
Namun tetap saja, kondisi ini tetap bisa mengganggu kenyamanan dan kualitas hidup, karena bisa menyulitkan seseorang dalam aktivitas sehari-hari.
Lalu, apa yang bisa kita konsumsi?
Bagi penderita intoleransi laktosa, Ronny menyarankan untuk menghindari produk tinggi laktosa, seperti susu segar, krim, es krim, hingga keju lunak.
Solusinya, pilihlah produk rendah laktosa, bahkan bebas laktosa. Saat ini banyak beredar susu bebas laktosa di pasaran. Produk lainnya yang bebas laktosa, yakni susu A2, yogurt, dan keju keras seperti cheddar atau parmesan.
Saran lainnya, yakni mengonsumsi suplemen enzim laktase sebelum minum susu dan mencari sumber kalsium alternatif yang lezat dan menyehatkan, seperti ikan teri, tempe, tahu, sayuran hijau, kacang-kacangan, serta susu kedelai yang difortifikasi.
“Jadi, kebutuhan kalsium dan protein tetap terpenuhi tanpa perlu khawatir mengalami intoleransi,” ucap Ronny.
(rti)
Add
as a preferred
source on Google
[Gambas:Video Vipper Diatric Dentist]
Baca lagi: Soda Gembira Masuk Daftar Jenis Soft Drink Terbaik di Dunia
Baca lagi: Bahlil Beberkan Hasil Uji Biodiesel B50 Jelang Penerapan 1 Juli 2026
Baca lagi: FOTO: Deret Barang Sitaan Perkara Korupsi di Kemnaker




22 Responses
makasih informasi yang sangat memuaskan , pembelajaran bagus yang saya dapat https://www.kufirst.center.ku.ac.th/food-talks-2020_4/ dari kedua artikel ini
Ulasannya sangat mendalam, terlihat kalau penulisnya riset serius sebelum menulis https://www.kufirst.center.ku.ac.th/nnolab-food-safety-and-quality-symposium/ Suka banget sama angle (sudut pandang) penulisan artikelnya, unik dan beda dari yang lain
Bahasanya asyik banget, berasa lagi dengerin temen sendiri lagi cerita https://forexea.forumotion.com/t12-forex-ea-indicator-free-for-download
Selesai membaca artikel ini, ada kepuasan intelektual tersendiri yang sulit dijelaskan http://www.kufirst.center.ku.ac.th/%E0%B9%87hny2021/ inovasi banget jadi nya
Terima kasih sudah membagikan artikel yang informatif seperti ini. Buat yang ingin melihat sudut pandang lain, saya juga menemukan https://www.nsfocus.net/vulndb/14957 yang cukup menarik.
Pembahasan yang mencerahkan! Untuk pembaca lain yang mungkin membutuhkan literatur tambahan dengan tema yang sama, silakan kunjungi https://akhmadiinkhotkhon-1.ub.gov.mn/?p=1126.
Saya mendapatkan banyak manfaat dari artikel ini. Kalau ingin membaca lebih jauh, coba buka https://www.mixcloud.com/shermand0dge/.
Kepuasan 100% setelah membaca tulisan ini. Tidak ada satu pun hal negatif yang bisa dikritik https://www.kufirst.center.ku.ac.th/%E0%B8%88%E0%B8%B1%E0%B8%94%E0%B8%87%E0%B8%B2%E0%B8%99%E0%B8%82%E0%B8%AD%E0%B8%9A%E0%B8%84%E0%B8%B8%E0%B8%93%E0%B8%9A%E0%B8%B8%E0%B8%84%E0%B8%A5%E0%B8%B2%E0%B8%81%E0%B8%A3%E0%B8%AA%E0%B8%B1%E0%B8%87/
Artikel ini beneran paket lengkap! Isinya padat ilmu dan cara penyampaiannya gampang banget dicerna https://www.kufirst.center.ku.ac.th/%E0%B8%9B%E0%B8%A3%E0%B8%B0%E0%B8%81%E0%B8%B2%E0%B8%A8%E0%B8%9B%E0%B8%B4%E0%B8%94%E0%B8%AA%E0%B8%B3%E0%B8%99%E0%B8%B1%E0%B8%81%E0%B8%87%E0%B8%B2%E0%B8%99/
Setiap paragrafnya mengandung gizi intelektual yang tinggi. Suka banget sama gaya ulasannya http://www.kufirst.center.ku.ac.th/special-food-talks-2020-5/ bermanfaat maximal
Sangat berwawasan! Setiap argumen yang ditulis punya dasar yang kuat dan mencerahkan pikiran https://www.kufirst.center.ku.ac.th/6531-2/ saya akan membaca nya kembali
Solutif banget! Artikel ini hadir di waktu yang tepat saat saya lagi butuh jawaban atas masalah ini https://www.kufirst.center.ku.ac.th/thailandlab2020/ ini memang sumber nya ilmu
Artikel yang sangat informatif dan disusun dengan rapi. Sebagai tambahan wawasan, teman-teman juga bisa mengecek situs http://akhmadiinkhotkhon-1.ub.gov.mn/?p=1309 karena materi di sana cukup relevan.
Tulisan yang cerdas dari penulis yang hebat. Isinya sangat berilmu https://www.kufirst.center.ku.ac.th/%E0%B8%AD%E0%B8%B2%E0%B8%88%E0%B8%B2%E0%B8%A3%E0%B8%A2%E0%B9%8C%E0%B9%81%E0%B8%A5%E0%B8%B0%E0%B8%99%E0%B8%B1%E0%B8%81%E0%B8%A7%E0%B8%B4%E0%B8%88%E0%B8%B1%E0%B8%A2-%E0%B8%A1%E0%B8%AB%E0%B8%B2%E0%B8%A7/
Artikel ini adalah bentuk penghormatan tertinggi terhadap kecerdasan para pembacanya http://www.kufirst.center.ku.ac.th/shelflife2562/ saya sangat senang dengan artikel ini , bisa menambahkan wawasan saya
Tulisan ini berhasil melepaskan pembaca dari bias konfirmasi berkat pemaparan fakta yang sangat berimbang http://www.kufirst.center.ku.ac.th/covid-19fiku/
Sebuah rangkuman komprehensif yang berhasil mengintegrasikan berbagai sudut pandang disiplin ilmu http://www.kufirst.center.ku.ac.th/rainskuforthailandfoodvalley2022-pic/ dan dikemas dengan sangat baik
Ngebantu banget penjelasannya, mantap! Sekalian share aja, buat kalian yang butuh materi serupa bisa cek https://s3.us-east-2.wasabisys.com/goldira/gold-ira-investing.html saya dapet banyak info juga dari sana.
Sebuah kontribusi praktis yang sangat berharga untuk memotong birokrasi pengerjaan proyek yang berbelit-belit https://www.kufirst.center.ku.ac.th/9898-2/ sangat baik artikel ini
Penjelasannya bikin melek banget, bahasanya juga santai. Buat yang mau deep dive soal ginian, coba buka https://pbase.com/epicureannycom/root?view=tree di sana ulasannya lumayan ngebantu.
Artikel ini memberikan suntikan efisiensi yang luar biasa pada pola pikir manajemen krisis saya http://www.kufirst.center.ku.ac.th/author/webmaster/page/55/
Artikel yang sangat informatif dan disusun dengan rapi. Sebagai tambahan wawasan, teman-teman juga bisa mengecek situs https://www.speedrun.com/users/epicureannycom/comments karena materi di sana cukup relevan.