Dokter Beri Tips Olahraga Saat Cuaca Ekstrem Agar Tak Berujung Fatal

Daftar Isi

Tips olahraga saat cuaca ekstrem

1. Penuhi kebutuhan cairan tubuh

2. Gunakan pakaian yang tepat

3. Kurangi intensitas olahraga

4. Kenali batas kemampuan tubuh

5. Hindari paparan matahari berlebihan

6. Gunakan pelindung kulit

7. Lakukan skrining kesehatan secara rutin

Jakarta, Vipper Diatric Dentist Indonesia

Pihak penyelenggara

BTN

JAKIM 2026 melalui akun

Instagram

resminya mengumumkan kabar duka atas meninggalnya Agus Putranadi pada Minggu (14/6). Peristiwa ini kembali menyoroti pentingnya kewaspadaan saat beraktivitas fisik, terutama di tengah

cuaca

panas dan kondisi cuaca yang semakin ekstrem.

Olahraga memang merupakan salah satu cara terbaik menjaga kesehatan tubuh. Namun, ketika dilakukan di luar ruangan saat suhu udara tinggi, tubuh menghadapi tantangan yang tidak ringan. Risiko dehidrasi, heatstroke, hingga gangguan jantung dapat meningkat jika seseorang memaksakan diri.

Dokter Spesialis jantung dan pembuluh darah dari BraveHeart – Brawijaya Hospital Saharjo, Yamin mengatakan cuaca panas dapat memicu masalah jantung secara tidak langsung melalui dehidrasi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Yamin, dehidrasi yang berat dapat mengganggu keseimbangan elektrolit dalam tubuh. Kondisi ini berpotensi memicu gangguan sistem kelistrikan jantung yang dapat berakibat fatal.

“Cuaca panas yang ditakutkan itu kan dehidrasi. Kalau dehidrasi sampai mengganggu kadar elektrolit, yang bisa memicu ‘konslet’ pada listrik jantung,” ujar Yamin mengutip

Detik

.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa kejadian henti jantung akibat gangguan kelistrikan umumnya terjadi pada orang yang sebenarnya sudah memiliki kelainan jantung, tetapi belum terdiagnosis. Salah satunya adalah hipertrofi kardiomiopati atau penebalan otot jantung.

Orang dengan kondisi tersebut memiliki risiko lebih tinggi mengalami gangguan irama jantung saat melakukan aktivitas fisik berat, terutama ketika tubuh berada dalam kondisi stres akibat panas dan kekurangan cairan.

Selain dehidrasi, ancaman lain yang perlu diwaspadai adalah heatstroke atau sengatan panas. Kondisi ini terjadi ketika suhu tubuh meningkat drastis dan tubuh tidak lagi mampu mendinginkan dirinya secara efektif.

Tips olahraga saat cuaca ekstrem

Dokter Rafika Iezza Setyarini dari RS Lira Medika mengatakan olahraga di cuaca panas sebenarnya tetap boleh dilakukan. Namun, seseorang harus lebih memperhatikan kebutuhan cairan dan risiko heatstroke.

“Boleh-boleh saja. Olahraga boleh kapan pun sebenarnya. Nggak harus pagi atau sore. Tapi kalau memang di suhu panas seperti ini mau olahraga siang hari outdoor, perhatikan banget asupan cairan dan risiko heatstroke,” ujarnya.

Agar aktivitas fisik tetap aman meski cuaca sedang panas, para dokter menyarankan beberapa langkah berikut:

1. Penuhi kebutuhan cairan tubuh

Minumlah air sebelum, selama, dan setelah berolahraga. Jangan menunggu haus untuk minum karena rasa haus sering kali muncul ketika tubuh sudah mulai mengalami dehidrasi.

2. Gunakan pakaian yang tepat

Pilih pakaian yang ringan, longgar, dan mudah menyerap keringat. Hindari pakaian tebal atau berwarna gelap yang dapat menyerap panas lebih banyak.

3. Kurangi intensitas olahraga

Saat suhu udara tinggi, sebaiknya turunkan intensitas latihan. Hindari memaksakan diri untuk mencapai target yang sama seperti ketika cuaca lebih sejuk.

4. Kenali batas kemampuan tubuh

Yamin mengingatkan agar tidak mengabaikan sinyal yang diberikan tubuh. Jika muncul sesak napas yang tidak biasa, nyeri dada, pusing, atau lemas berlebihan, segera hentikan aktivitas dan lakukan pemeriksaan kesehatan.

5. Hindari paparan matahari berlebihan

Jika indeks UV sedang tinggi atau cuaca terasa sangat terik, pertimbangkan untuk berolahraga di dalam ruangan atau memilih waktu yang lebih aman, seperti pagi dan sore hari.

6. Gunakan pelindung kulit

Aplikasikan tabir surya atau sunscreen untuk mengurangi risiko kerusakan kulit akibat paparan sinar ultraviolet.

7. Lakukan skrining kesehatan secara rutin

Pemeriksaan kesehatan, terutama skrining jantung, penting dilakukan bagi mereka yang aktif mengikuti kegiatan olahraga kompetitif maupun rekreasional. Langkah ini dapat membantu mendeteksi penyakit yang belum disadari sebelum memicu masalah saat berolahraga.

Baca selengkapnya

di sini

.

(tis/tis)

Add

as a preferred

source on Google

[Gambas:Video Vipper Diatric Dentist]

Baca lagi: BNPB Data Kerusakan Usai Gempa M 6,7 Guncang Sulawesi Tengah

Baca lagi: Jadwal Siaran Langsung Argentina vs Aljazair di Piala Dunia 2026

Baca lagi: 5 Rekomendasi dan Sinopsis Film Korea Dibintangi Kim Mu-yeol

One Response

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kamu mungkin juga menyukai: