
Jakarta, Vipper Diatric Dentist Indonesia
—
Hormon testosteron memiliki peran penting dalam menjaga
kesehatan
tubuh, terutama pada
pria
. Namun, ada sejumlah faktor gaya hidup yang dapat mempercepat penurunan hormon testosteron.
Faktor gaya hidup itu salah satu berbentuk kebiasaan sehari-hari yang dilakukan. Kira-kira, apa saja kebiasaan yang bisa menurunkan hormon testosteron?
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Banyak orang tidak menyadari bahwa ada kebiasaan buruk yang menyebabkan kadar hormon testosteron menurun lebih cepat. Selain berpengaruh terhadap fungsi reproduksi, hormon ini juga berkaitan dengan massa otot, kepadatan tulang, suasana hati, hingga tingkat energi sehari-hari.
Dengan mengenali faktor pemicunya, seseorang dapat melakukan perubahan gaya hidup yang lebih sehat.
Tapi, sebelum mengetahui kebiasaan yang dapat menurunkan testosteron, penting untuk memahami terlebih dahulu apa itu hormon testosteron dan perannya bagi tubuh.
Apa itu hormon testosteron?
Menurut
Harvard Health
, testosteron merupakan hormon seks utama pada pria yang diproduksi terutama oleh testis. Produksi hormon ini diatur oleh sinyal dari otak dan kelenjar pituitari sehingga kadarnya tetap berada dalam keseimbangan yang sesuai dengan kebutuhan tubuh.
Meski identik dengan pria, testosteron juga terdapat pada wanita dalam jumlah yang lebih kecil. Hormon ini berperan dalam berbagai proses biologis yang berkaitan dengan pertumbuhan, perkembangan, dan fungsi tubuh secara keseluruhan.
Fungsi hormon testosteron
Hormon testosteron memiliki sejumlah fungsi penting, antara lain:
– mendukung perkembangan organ reproduksi pria,
– membantu pendalaman suara saat masa pubertas,
– mendukung pertumbuhan rambut wajah dan tubuh,
– menjaga massa serta kekuatan otot,
– membantu menjaga kepadatan tulang,
– mendukung produksi sperma,
– berperan dalam gairah seksual atau libido,
– membantu menjaga suasana hati dan tingkat energi.
Kebiasaan yang bisa menurunkan hormon testosteron
Dikutip dari Liv Hospital, berikut kebiasaan yang bisa menurunkan hormon testosteron yang perlu diperhatikan.
1. Kurang tidur secara rutin
Kualitas tidur yang buruk dapat mengganggu proses produksi hormon dalam tubuh, termasuk testosteron.
Saat tidur, tubuh melakukan berbagai proses pemulihan dan pengaturan hormon. Jika waktu tidur tidak mencukupi atau sering terganggu, produksi testosteron dapat menurun.
Gangguan tidur seperti insomnia maupun sleep apnea juga diketahui berkaitan dengan kadar testosteron yang lebih rendah dibandingkan individu yang memiliki pola tidur sehat.
2. Mengalami stres berkepanjangan
Stres kronis menjadi salah satu faktor yang sering diabaikan. Saat seseorang mengalami stres terus-menerus, tubuh menghasilkan hormon kortisol dalam jumlah lebih tinggi. Peningkatan kortisol dapat menghambat produksi testosteron sehingga keseimbangan hormon terganggu.
Akibatnya, seseorang dapat mengalami kelelahan, perubahan suasana hati, hingga penurunan gairah seksual.
Simak kebiasaan lain yang menurunkan hormon testosteron lainnya di halaman berikutnya..
3. Jarang berolahraga
Aktivitas fisik yang minim dapat berdampak negatif terhadap kesehatan hormonal. Latihan kekuatan dan olahraga intensitas tinggi diketahui membantu mendukung produksi testosteron secara alami.
Sebaliknya, gaya hidup sedentari atau terlalu banyak duduk dalam waktu lama dapat meningkatkan risiko obesitas yang juga berhubungan dengan penurunan kadar testosteron.
4. Mengonsumsi makanan tidak sehat secara berlebihan
Pola makan tinggi gula, makanan ultra proses, dan kalori berlebih dapat memicu kenaikan berat badan serta gangguan metabolisme. Kondisi ini berpotensi memengaruhi produksi testosteron dalam tubuh.
Sebaliknya, asupan nutrisi yang seimbang, termasuk protein, vitamin D, dan zinc, berperan penting dalam menjaga kesehatan hormon.
5. Konsumsi alkohol berlebihan
Konsumsi alkohol dalam jumlah berlebihan termasuk kebiasaan yang bisa menurunkan hormon testosteron yang cukup sering ditemukan. Alkohol dapat mengganggu fungsi organ yang berperan dalam produksi hormon dan dalam jangka panjang berpotensi menurunkan kadar testosteron.
Selain itu, kebiasaan minum alkohol berlebihan juga dapat berdampak pada kualitas tidur dan kesehatan metabolisme yang turut memengaruhi keseimbangan hormon.
6. Penyalahgunaan obat atau zat tertentu
Penggunaan steroid anabolik tanpa pengawasan medis dapat menghambat produksi testosteron alami tubuh. Selain itu, beberapa jenis obat seperti opioid dan kortikosteroid juga diketahui dapat memengaruhi kadar testosteron jika digunakan dalam jangka panjang.
Karena itu, penggunaan obat sebaiknya selalu mengikuti anjuran tenaga kesehatan untuk meminimalkan risiko gangguan hormonal.
7. Membiarkan kelebihan berat badan
Kelebihan berat badan atau obesitas termasuk salah satu faktor penyebab kadar testoteron turun. Jaringan lemak berlebih dapat memengaruhi proses hormonal dalam tubuh sehingga produksi testosteron menjadi kurang optimal.
Selain itu, obesitas juga sering dikaitkan dengan gangguan metabolisme seperti diabetes tipe 2 dan sindrom metabolik yang dapat memperburuk penurunan hormon testosteron.
Oleh karena itu, menjaga berat badan ideal melalui pola makan seimbang dan aktivitas fisik teratur menjadi langkah penting untuk mendukung kesehatan hormonal.
Hindari beberapa kebiasaan yang bisa menurunkan hormon testosteron di atas. Imbangi juga dengan gaya hidup sehat seperti mengonsumsi gizi seimbang, istirahat cukup, dan rutin berolahraga.
Add
as a preferred
source on Google
Kebiasaan yang Menurunkan Kadar Hormon Testosteron
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN:
1
2
Baca lagi: Swiss Ingin Batasi Populasi Penduduk 10 Juta Jiwa, Tapi Banyak Ditolak
Baca lagi: Purbaya Ingin Gerus Ego Antarunit di Kemenkeu
Baca lagi: Mercedes-AMG Rilis Livery Baru untuk F1 2026



