
Jakarta, Vipper Diatric Dentist Indonesia
—
Sindrom Tourette
sering dikenal dari gejala yang paling terlihat, seperti gerakan berulang atau suara yang muncul tiba-tiba.
Tourette ditandai dengan
tic
motorik dan
tic
vokal yang muncul berulang dan sulit dikendalikan. Ada yang ringan, seperti sering berkedip, meringis, berdehem, atau mengangkat bahu tanpa sadar. Namun, ada juga yang cukup berat hingga mengganggu aktivitas sehari-hari.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengutip
The Lancet Neurology
, sindrom Tourette merupakan kondisi kronis yang mekanismenya belum sepenuhnya dipahami.
Selama ini Tourette memang kerap dikaitkan dengan faktor genetik. Namun, sejumlah penelitian juga menunjukkan ada juga faktor non-genetik dan pemicu sehari-hari yang diduga ikut berperan, baik dalam meningkatkan risiko maupun membuat
tic
lebih sering muncul.
Meski begitu, faktor-faktor ini bukan penyebab tunggal yang pasti, melainkan hal-hal yang bisa berkontribusi.
Lalu, apa saja faktor non-genetik dan pemicu yang paling sering dikaitkan dengan sindrom Tourette?
1. Kondisi saat kehamilan dan persalinan
Faktor pertama yang cukup sering dibahas adalah kondisi selama kehamilan hingga persalinan. Dalam ulasan
The Aetiology of Tourette Syndrome and Chronic Tic Disorder in Children and Adolescents
, disebutkan bahwa riwayat kesehatan perinatal, yakni kondisi sejak masa kehamilan sampai setelah lahir, bisa berperan dalam meningkatkan risiko gangguan
tic
.
Beberapa kondisi yang sering dikaitkan antara lain:
– berat badan lahir rendah,
– komplikasi kehamilan atau persalinan,
– stres psikologis ibu selama kehamilan,
– mual dan muntah berat di trimester awal,
– serta penggunaan obat tertentu saat hamil.
Ini menunjukkan kondisi kehamilan memang sering disebut dalam pembahasan risiko Tourette. Namun, ini bukan berarti setiap ibu dengan kondisi tersebut pasti akan memiliki anak dengan Tourette.
2. Infeksi saat hamil dan infeksi dini pada anak
Faktor lain yang cukup kuat didukung penelitian adalah infeksi. Studi besar dalam jurnal
Biological Psychiatry
menemukan bahwa infeksi pada ibu selama kehamilan dan infeksi pada anak di usia dini berkaitan dengan peningkatan risiko gangguan tic, termasuk sindrom Tourette.
Penelitian ini menggunakan metode
sibling-controlled
atau membandingkan saudara kandung, sehingga dinilai lebih kuat dalam melihat hubungan faktor lingkungan.
Hasilnya menunjukkan bahwa paparan infeksi pada periode awal kehidupan bisa ikut memengaruhi perkembangan sistem saraf anak, yang kemudian berkaitan dengan munculnya
tic
. Faktor ini tetap dipahami sebagai peningkat risiko, bukan penyebab pasti.
3. Merokok saat hamil, sering disebut tapi buktinya tidak sesederhana itu
Paparan lain yang sering dibahas adalah merokok saat hamil atau
prenatal smoking
, yakni kondisi ketika ibu terpapar rokok selama kehamilan, baik sebagai perokok aktif maupun pasif.
Meta-analisis dalam jurnal
BMC Public Health
menemukan bahwa merokok saat hamil tidak memiliki hubungan signifikan secara spesifik dengan sindrom Tourette.
Meski begitu, paparan rokok selama kehamilan tetap dikaitkan dengan peningkatan risiko gangguan perkembangan saraf secara umum pada anak. Jadi, faktor ini tetap penting dalam konteks kesehatan kehamilan, hanya saja tidak bisa langsung disebut sebagai penyebab Tourette.
Simak selengkapnya di halaman berikutnya..
4. Stres dan kecemasan bisa membuat tic lebih sering muncul
Kalau bicara soal yang membuat gejala Tourette lebih terlihat dalam keseharian, stres adalah salah satu faktor yang paling sering disebut. Mengutip dari
National Health Service (NHS)
,
tic
bisa dipicu oleh stres, dan berbagai penelitian juga menunjukkan bahwa keparahan tic sering meningkat saat seseorang menghadapi tekanan emosional.
Artinya, stres bukan penyebab Tourette dari nol, tetapi bisa menjadi pemicu utama yang membuat tic mendadak lebih sering, lebih kuat, atau lebih sulit dikendalikan.
5. Kurang tidur dan kelelahan
Selain stres, kelelahan juga sering jadi pemicu, kondisi tubuh yang lelah bisa membuat
tic
lebih mudah muncul. Anak dengan Tourette cenderung memiliki pola tidur yang kurang teratur, dan hal ini bisa berkaitan dengan gejala yang lebih berat.
Tidur yang berantakan, kurang istirahat, atau kelelahan berkepanjangan bisa membuat tubuh dan otak lebih sensitif, sehingga
tic
menjadi lebih jelas.
6. Screen time berlebihan, terutama jika mengganggu tidur
Kebiasaan sehari-hari seperti terlalu lama menatap layar juga mulai ikut dibahas. Studi dari
Pediactric Neurology
menemukan bahwa pada anak dengan Tourette,
screen time
dua jam atau lebih per hari berkaitan dengan kemungkinan lebih tinggi mengalami jadwal tidur yang buruk.
Layar bukan penyebab Tourette, akan tetapi jika waktu layar berlebihan membuat tidur terganggu, maka gejala
tic
juga bisa ikut lebih sering muncul.
7. Emosi yang terlalu intens
Bukan hanya emosi negatif seperti stres atau cemas, emosi yang terlalu intens secara umum juga bisa memicu
tic
. NHS juga menyebut excitement atau perasaan terlalu bersemangat juga dapat membuat
tic
lebih terlihat.
Karena itu, pada sebagian orang dengan Tourette,
tic
bisa lebih sering muncul saat berada di situasi ramai, menegangkan, sangat emosional, atau terlalu merangsang.
Jadi, pemicunya tidak selalu kesedihan atau tekanan, tapi juga kondisi saat tubuh dan pikiran sedang terlalu penuh.
Bukan satu penyebab, melainkan kombinasi banyak faktor
Dari berbagai penelitian tersebut, satu hal yang paling konsisten adalah sindrom Tourette tidak bisa dijelaskan oleh satu penyebab tunggal.
Sebaliknya, kondisi ini dipahami sebagai hasil dari kombinasi banyak faktor, mulai dari:
– genetik,
– fungsi dan perkembangan otak,
– kondisi selama kehamilan,
– paparan awal kehidupan,
– pemicu sehari-hari seperti stres, kurang tidur, dan kelelahan.
Karena itu, pendekatan yang lebih tepat adalah melihat Tourette sebagai kondisi yang kompleks, bukan akibat satu hal tertentu.
Add
as a preferred
source on Google
7 Faktor Ini Bisa Memicu Gerakan Aneh Seperti Sindrom Tourette
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN:
1
2
Baca lagi: Moving Season 2 Resmi Mulai Produksi
Baca lagi: KSAD Klaim Pembubaran Nobar Pesta Babi Arahan Pemda
Baca lagi: Duo Marquez Rajai Musim 2025 Malah Merana di MotoGP 2026




2 Responses
Situs slot terupdate paling gacor untuk semua pemain https://ahousecallednut.com/bph-migas-ketahanan-stok-bbm-pertalite-16-hari-pertamax-27-hari/
Menurut saya penggunaan akses alternatif resmi misteruntung88 link seperti ini lebih aman dibanding asal klik link dari internet.