
Daftar Isi
1. Botol minum plastik sekali pakai
2. Wadah makanan plastik yang dipanaskan
3. Talenan plastik
4. Alat masak antilengket yang tergores
5. Spons cuci piring
6. Peralatan dapur berbahan plastik
7. Kantong teh
Jakarta, Vipper Diatric Dentist Indonesia
—
Dapur identik sebagai tempat menyiapkan makanan sehat. Namun tanpa disadari, peralatan
dapur
yang digunakan setiap hari dapat melepaskan
mikroplastik
.
Lantas, benda dapur apa saja yang bisa tanpa sadar membuat kita ‘menelan’ plastik?
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikutip dari laman
Brain Health Kitchen
,
zaman sekarang plastik telah banyak digunakan sebagai peralatan dapur atau untuk keperluan memasak.
Barangnya yang mudah didapat, ditambah lagi punya desain yang bagus membuat alat masak berbahan plastik kerap jadi pilihan.
Akan tetapi, seiring pemakaian benda-benda tersebut dapat melepaskan mikroplastik beserta ribuan zat kimia yang berpotensi berpindah ke makanan, minuman, udara, air, hingga akhirnya masuk ke dalam tubuh.
Masalahnya banyak orang tidak menyadari bahwa mereka bisa saja ikut mengonsumsi plastik setiap hari.
Mikroplastik sendiri berukuran kurang dari 5 milimeter, bahkan sebagian berupa nanoplastik yang jauh lebih kecil sehingga tidak dapat dilihat dengan mata telanjang. Karena ukurannya yang sangat kecil, partikel ini dapat terbawa bersama makanan atau minuman.
Dikutip dari
Science Direct
,
mikroplastik, nanoplastik, atau bahan kimia lain yang terlepas dari plastik, seperti bisfenol dan ftalat, dikaitkan dengan peningkatan risiko sejumlah penyakit, mulai dari gangguan hormon dan kesuburan hingga kanker.
Oleh karena itu, perlu untuk mengurangi paparan plastik dari peralatan dapur demi menjaga kesehatan.
Berikut beberapa sumber mikroplastik di dapur yang sebaiknya mulai diwaspadai, dihimpun dari berbagai sumber.
1. Botol minum plastik sekali pakai
Botol plastik sekali pakai menjadi salah satu sumber paparan mikroplastik yang paling sering disebut para ahli. Botol plastik dapat melepaskan mikroplastik dan nanoplastik ke dalam air minum.
Proses pelepasan partikel tersebut bahkan bisa berlangsung lebih cepat ketika botol disimpan di tempat panas atau terkena sinar matahari langsung.
Anda dapat beralih menggunakan botol minum isi ulang berbahan stainless steel, kaca, atau keramik untuk mengurangi paparan mikroplastik.
2. Wadah makanan plastik yang dipanaskan
Kebiasaan memanaskan makanan menggunakan wadah plastik juga meningkatkan risiko. Dikutip dari
Earth Day
,
meskipun beberapa wadah diberi label
microwave-safe,
pemanasan tetap dapat meningkatkan perpindahan bahan kimia maupun partikel plastik ke dalam makanan.
Jika ingin memanaskan makanan, sebaiknya ganti wadah makanan plastik dengan bahan kaca, keramik, atau stainless steel. Selain lebih awet, bahan-bahan tersebut dianggap lebih aman digunakan untuk menyimpan maupun memanaskan makanan.
3. Talenan plastik
Talenan plastik juga berpotensi menghasilkan mikroplastik. Setiap goresan pisau akan mengikis permukaan talenan dan menghasilkan partikel plastik berukuran sangat kecil yang bisa menempel pada bahan makanan.
Karena itu, penggunaan talenan berbahan kayu atau bambu menjadi alternatif yang lebih disarankan.
4. Alat masak antilengket yang tergores
Wajan atau teflon dengan lapisan antilengket memang banyak digandrungi. Namun sayangnya, lapisan ini dapat melepaskan partikel ketika permukaannya mulai terkelupas atau tergores, terutama saat terkena suhu tinggi.
Sebagai alternatif, gunakan peralatan masak berbahan
stainless steel,
cast iron,
atau keramik. Selain lebih tahan lama, bahan tersebut tidak memiliki lapisan yang mudah mengelupas sehingga dapat mengurangi potensi paparan mikroplastik saat memasak.
5. Spons cuci piring
Spons cuci piring ternyata menjadi salah satu sumber mikroplastik yang jarang disadari. Sebagian besar spons yang dijual di pasaran terbuat dari serat plastik sintetis.
Lama-kelamaan, spons akan terurai menjadi serpihan kecil selama digunakan untuk mencuci peralatan makan. Sebagai gantinya, coba alternatif spons alami, seperti luffa dari labu atau oyong yang dikeringkan, bambu, atau pulp kayu.
6. Peralatan dapur berbahan plastik
Spatula, sendok sayur, atau peralatan dapur berbahan plastik lainnya dapat aus akibat panas dan penggunaan berulang. Kondisi tersebut turut menyebabkan pelepasan mikroplastik.
Lebih amannya, pilih peralatan berbahan kayu, logam, atau silikon food grade yang lebih stabil terhadap panas.
7. Kantong teh
Tak banyak yang mengetahui bahwa sebagian kantong teh dibuat menggunakan bahan plastik seperti
polypropylene.
Kantong teh berbahan plastik ini dapat melepaskan mikroplastik saat diseduh dengan air panas.
Untuk mengurangi paparan, pilih daun teh seduh ketimbang teh celup yang menggunakan kantong.
(fef)
Add
as a preferred
source on Google
[Gambas:Video Vipper Diatric Dentist]
Baca lagi: Penjualan Mobil Baru Semester I 2026 Naik 15,9 Persen
Baca lagi: Prabowo Cerita Pernah Larang Sejumlah BUMN Dijual ke Asing, Apa Saja?
Baca lagi: Mata Desta Cedera Kena Bola Padel yang Dipukul Rekan Sendiri




6 Responses
Karakter tulisan yang kuat, berani tampil beda, dan menawarkan kebaruan ide yang sangat autentik https://coursework.uma.ac.id/index.php/ekonomi/article/view/458
Tulisan ini berhasil menginterupsi arus pemikiran mainstream dengan cara yang sangat elegan dan ilmiah https://miracle-root-gummies-hair-growth-review.webflow.io/
Penulis mengurasi materi dengan standar yang sangat tinggi, menghasilkan sebuah teks yang premium https://bresdel.com/blogs/403511/https-www-facebook-com-PremierKetoPlusACVGummiesReviews
Artikel ini laksana ensiklopedia mini yang merangkum fenomena global ke dalam narasi lokal yang padat https://penguin-cbd-gummies.company.site/SAMPLE-Pink-Hoodie-p557634362
Artikel ini memberikan jawaban instan yang didukung oleh argumentasi logis jangka panjang, sebuah kombinasi yang sangat langka dalam penulisan modern https://caramellaapp.com/sapphirenaturalneurotechiq/LKtXcyJ1o/sapphire-natural-neuro-tech-iq
Terima kasih atas penjelasannya, ulasan ini sangat membantu mencerahkan. Sebagai tambahan referensi, saya juga sempat membaca artikel senada yang lumayan mendalam di https://kldp.org/comment/264989 tadi.