6 Tanda Hipertensi Mulai Merusak Jantung yang Perlu Diwaspadai

Daftar Isi

1. Mudah sesak napas

2. Nyeri atau rasa tertekan di dada

3. Jantung berdebar atau detaknya tidak teratur

4. Mudah lelah

5. Pembengkakan pada kaki dan pergelangan kaki

6. Jantung membesar

Siapa yang berisiko mengalami kerusakan jantung akibat hipertensi?

Cara mencegah kerusakan jantung akibat hipertensi

Jakarta, Vipper Diatric Dentist Indonesia

Hipertensi

atau tekanan

darah

tinggi kerap dijuluki silent killer karena sering kali tidak menimbulkan

gejala

pada tahap awal. Padahal, tekanan darah yang terus-menerus tinggi dapat merusak berbagai organ penting, termasuk jantung.

Tekanan darah yang tidak terkontrol membuat jantung harus bekerja lebih keras untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat memicu kerusakan otot jantung, penyakit jantung koroner, gagal jantung, hingga serangan jantung.

Karena itu, penting untuk mengenali tanda hipertensi mulai merusak jantung agar penanganan dapat dilakukan sedini mungkin. Berikut beberapa gejala yang perlu diwaspadai.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

1. Mudah sesak napas

Salah satu tanda hipertensi mulai merusak jantung adalah munculnya sesak napas, terutama saat melakukan aktivitas ringan, seperti berjalan kaki atau menaiki tangga.

Melansir

Cleveland Clinic

, kondisi ini terjadi karena kemampuan jantung memompa darah mulai menurun sehingga pasokan oksigen ke seluruh tubuh tidak optimal. Jika kerusakan semakin parah, sesak napas bahkan bisa muncul saat beristirahat atau ketika berbaring.

2. Nyeri atau rasa tertekan di dada

Hipertensi yang berlangsung dalam waktu lama dapat merusak pembuluh darah koroner, yakni pembuluh darah yang memasok oksigen ke otot jantung.

Akibatnya, aliran darah ke jantung menjadi berkurang dan memicu nyeri dada atau angina. Keluhan ini umumnya terasa seperti dada ditekan, diremas, atau terasa berat, terutama saat beraktivitas maupun mengalami stres.

3. Jantung berdebar atau detaknya tidak teratur

Tekanan darah tinggi juga dapat memengaruhi sistem kelistrikan jantung. Akibatnya, detak jantung menjadi lebih cepat, tidak teratur, atau terasa berdebar.

Bila kondisi ini terjadi berulang, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter. Sebab, keluhan tersebut bisa menjadi tanda gangguan irama jantung atau aritmia.

4. Mudah lelah

Ketika jantung tidak mampu memompa darah secara efektif, pasokan oksigen dan nutrisi ke jaringan tubuh ikut berkurang. Akibatnya, tubuh lebih cepat merasa lelah meski hanya melakukan aktivitas sehari-hari. Jika rasa lelah berlangsung terus-menerus tanpa penyebab yang jelas, jangan menganggapnya sebagai kondisi yang sepele.

5. Pembengkakan pada kaki dan pergelangan kaki

Mengutip

Medscape

, hipertensi yang berkembang menjadi gagal jantung dapat menyebabkan penumpukan cairan di dalam tubuh. Salah satu gejala yang paling mudah dikenali adalah pembengkakan pada kaki, pergelangan kaki, atau tungkai. Penumpukan cairan juga dapat menyebabkan berat badan meningkat dalam waktu singkat.

6. Jantung membesar

Tekanan darah tinggi yang tidak terkendali membuat otot jantung bekerja lebih keras dari biasanya. Lama-kelamaan, otot bilik kiri jantung dapat menebal atau membesar. Kondisi yang dikenal sebagai hipertrofi ventrikel kiri ini sering kali tidak menimbulkan gejala pada tahap awal.

Namun, jika terus berlanjut, kemampuan jantung memompa darah akan menurun sehingga meningkatkan risiko gagal jantung dan komplikasi kardiovaskular lainnya.

Siapa yang berisiko mengalami kerusakan jantung akibat hipertensi?

Risiko kerusakan jantung akibat hipertensi lebih tinggi pada orang yang tekanan darahnya tidak terkontrol.

Selain itu, sejumlah faktor lain juga dapat meningkatkan risikonya, seperti kebiasaan merokok, diabetes, kolesterol tinggi, obesitas, kurang aktivitas fisik, serta memiliki riwayat penyakit jantung dalam keluarga.

Cara mencegah kerusakan jantung akibat hipertensi

Komplikasi hipertensi sebenarnya dapat dicegah dengan menerapkan gaya hidup sehat dan mengontrol tekanan darah secara rutin. Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:

• Rutin memeriksa dan mengontrol tekanan darah.

• Minum obat antihipertensi sesuai anjuran dokter.

• Mengurangi konsumsi garam serta makanan tinggi lemak jenuh.

• Memperbanyak konsumsi buah, sayur, dan makanan tinggi serat.

• Berolahraga setidaknya 150 menit per minggu.

• Menjaga berat badan tetap ideal.

• Berhenti merokok dan membatasi konsumsi alkohol.

• Mengelola stres dengan baik serta mencukupi waktu tidur.

Mengenali tanda hipertensi mulai merusak jantung sangat penting agar pengobatan dapat segera dilakukan sebelum muncul komplikasi yang lebih serius. Jika mengalami satu atau beberapa gejala di atas, terutama disertai tekanan darah yang sulit dikendalikan, segera periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

(sac/tis)

Add

as a preferred

source on Google

[Gambas:Video Vipper Diatric Dentist]

Baca lagi: Purbaya Bongkar Alasan Anggaran Pendidikan Masih di Bawah 20 Persen

Baca lagi: Curhat Perpusnas ke DPR: Program Buku Terancam Mandek Imbas Efisiensi

Baca lagi: FOTO: Flash Mob Para Penari di Pasar Baru

One Response

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kamu mungkin juga menyukai: